Filipina merupakan negara di Asia Tenggara yang pertama di dunia yang menangguhkan perdagangan tanpa batas waktu, setelah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan lebih dari separuh penduduknya untuk tinggal di rumah selama bulan berikutnya.
Bursa Manila ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun kebijakan tersebut ditarik kembali dan membuka kembali pasar pada hari ini.
Indeks Bursa Efek Filipina turun 24% dibanding penutupan Senin (16/3/2020). Penutupan bursa saham dilakukan hanya beberapa detik setelah bel pembukaan, memicu penghentian perdagangan 15 menit.
Itu adalah rekor penurunan terbesar untuk benchmark, seperti dikutip AFP dari Bloomberg.
"Kami agak berharap bahwa pasar akan dibuka cukup rendah, terutama setelah penghentian perdagangan dua hari," kata Presiden Bursa Filipina, Ramon Monzon.
Monzon mengatakan dia sedang dalam pembicaraan dengan regulator Filipina untuk menerapkan langkah-langkah baru untuk membendung volatilitas pasar, yang dapat mencakup suspensi perdagangan intraday tambahan.
Indeks memangkas kembali kerugian di perdagangan pagi berikutnya dan turun 11,9 persen tak lama sebelum istirahat makan siang.
Filipina telah mencatat 202 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan 17 kematian.
(hps/hps)"bursa" - Google Berita
March 19, 2020 at 10:58AM
https://ift.tt/2WoqIaj
Investor Panik! Bursa Saham Filipina Anjlok Hampir 25% - CNBC Indonesia
"bursa" - Google Berita
https://ift.tt/2Nd6yfP
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Investor Panik! Bursa Saham Filipina Anjlok Hampir 25% - CNBC Indonesia"
Post a Comment